Moderasi Beragama Hindu di Kota Semarang

Rp64.000

Semarang kini menempati peringkat ketiga sebagai kota paling toleran di Indonesia. Melalui lensa pluralisme budaya, penulis menunjukkan bagaimana nilai-nilai luhur seperti Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana diintegrasikan ke dalam kehidupan perkotaan yang majemuk. Pembaca akan diajak melihat bagaimana tradisi spiritual Hindu, mulai dari upacara Melasti di ruang publik hingga pemasangan Penjor Galungan, bertransformasi menjadi simbol harmoni sosial yang mempererat kohesi antarumat beragama.

Lebih dari sekadar kajian teoretis, buku ini menyajikan bukti nyata toleransi di lapangan, seperti peran Banser NU dalam menjaga keamanan pura serta partisipasi aktif masyarakat lintas-iman dalam festival budaya. Dengan pendekatan yang humanis, buku ini membuktikan bahwa moderasi beragama adalah strategi kebudayaan yang efektif untuk menangkal radikalisme sekaligus merawat identitas di tengah arus modernitas.

Deskripsi

ISBN: 978-623-191-405-7 (cetak); 978-623-191-404-0 (digital, PDF)
Penulis:
Prof. Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag.
Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H.
Moh. Masrur, M.Ag.
Dr. I Ketut Gunarta, S.Ag., M.Ag.
I Gede Dedy Diana Putra

Editor: Prof. Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H.

Penata letak: Ika Puji A.
Sampul: Nilacakra
Penata terbitan digital: Cahya Dhanvantari

Paperback xvi + 207 halaman; 21 X 14,8 cm
Cetakan pertama: Januari 2026
Terbit digital: Januari 2026

Informasi Tambahan

Versi yang tersedia

Versi Cetak, Versi Digital

Cover

Paperback

Isi

Hitam Putih

Beli ebook

https://play.google.com/store/books/details?id=u9_BEQAAQBAJ