Ajaran Siwa Siddhanta dalam Masyarakat Bali

Gigi yang juga menjadi bagian wajah manusia tampaknya turut mempengaruhi penampilannya semenjak periode purba. Orang-orang yang terlihat menarik sekalipun menjadi kehilangan daya tariknya ketika giginya hilang atau terganggu. Oleh karenanya, manusia secara serius memberikan perawatan fisik hingga rohani pada gigi. Seperti manusia Bali mengadakan ritual bernama ngempugin untuk merayakan tumbuhnya gigi susu pertama pada bayi. Di samping itu, orang Bali juga memberikan perlakuan khusus pada gigi yang tanggal. Umumnya apabila gigi bawah yang tanggal akan dilempar ke atas atap rumah, sedangkan bila gigi atas yang tanggal akan diletakkan pada bagian bawah rumah, seperti pangkal tiang rumah (sendi). Pada beberapa daerah tertentu di Bali terdapat mitos bila gigi yang tanggal tersebut diperlakukan sembarangan akan menghambat atau menyebabkan tidak sempurnanya pertumbuhan gigi.

Dalam pandangan Hindu, gigi manusia secara umum disebutkan diberkati oleh Bhatari Sri, oleh karenanya gigi yang indah berkilauan di Bali disebut nyeridanta. Tatkala eseorang menginjak remaja atau dewasa, upacara potong gigi menjadi salah satu ritual paling penting dalam kebudayaan Hindu di Bali. Filsafat Siwa Siddhanta merasuk ke dalam upacara ini, yang dibahas dengan ringkas dalam buku ini.

Produk ini saat ini kehabisan stok dan tidak tersedia.

Deskripsi

ISBN: P978-623-191-006-6; E978-623-191-007-3
Penulis: I Made Sugata
Editor: I Putu Suweka Oka Sugiharta
Paperback 15,5 X 23 cm, xii + 122 halaman

Informasi Tambahan

Berat 0,4 kg
Dimensi 23 × 16 × 0,5 cm
Versi yang tersedia

Versi Cetak, Versi Digital

Cover

Paperback

Isi

Hitam Putih

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Ajaran Siwa Siddhanta dalam Masyarakat Bali”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *